Bali 2011

Hari Pertama, 5 Mei 2011

Akhirnya impian dari dulu saya tercapai untuk berlibur kebali, sebulan sebelum tanggal keberangkatan saya mendapatkan informasi dari teman  bahawa ada tiket promo Air Asia bandung denpasar, tanpa pikir panjang saya langsung menyetujui ajakan teman saya itu untuk berangkat kepulau dewata. kebetulan teman saya yang mengajak itu merupakan orang asli bali. tanggal keberangkatan sudah di tentukan tanggal 5 – 8 mei 2011, saya berencana menghabiskan 4hari 3 malam dipulau dewata tersebut. pemesanan tiket pesawat promo sudah didapatkan harga tiket promo tersebut Rp. 640k PP. keberangkatan dari bandung pukul 7 pagi, sedangkan untuk pulang dari denpasar pukul 14.25 wita. pesawat berangkat dari bandung tepat waktu, selama perjalanan ketika berangkat menggunakan Air Asia cukup mulus dari take off sampai dengan landing, nyaris tanpa goncangan yang berarti. pelayanannya yang ramah membuat saya kerasan. sesampainya dibali saya langsung mencari tempat makan, yess ada solaria, salah satu tempat makan kesukaan saya, namuan sayang ketika akan membayar rupanya untuk dibandara tidak ada promo seperti di solaria Pvj dari Flazz Bca.

Perjalanan dilanjutkan menggunakan taxi ke Kuta Square, sepanjang perjalanan tampak banyak hotel, restoran, tempat belanja aneka kerajianan saya temui, jujur saya baru pertama kali menginjakkan kaki kelokasi ini. sesampainya di Kuta Square saya mencari tempat penyewaan motor, lokasi ini dipilih atas rekomendasi temen saya kang Hendra yang sudah lama berdomisili dibali. ketika bernego harga sewa motor menawarkan harga sewanya adalah 50k/ hari nya, namun setelah terjadi kesepakatan saya dan teman saya dirga menyewa 2 motor 300k untuk 4 hari artinya seharinya menjadi 37,5k per motor per hari. syartanya cukup mudah hanya menyerahkan KTP asli saja. perjalanan dilanjutkan ke daerah Denpasar timur tepatnya didaerah ketewel menuju rumah kang hendra, dimana nanti saya dan dirga akan bermalam. perjalanan cukup lama ternyata sekitar 30menitan dengan kecepatan motaor rata-rata 60km/jam jarak tempuh yang cukup jauh. sesampainya di rumah kang Hendra saya sengaja membawa buah tangan dari bandung kripik maicih lengkap dengan basrengnya dan sudah saya duga pasti ketagihan dengan keripik itu.

Setelah menaruh semua barang di rumah kang hendra, perjalanan pertama saya pun dimulai. perjalanan pertama saya menuju GWK atau Garuda Wisnu Kencana. patung yang terbuat dari tembaga dan kuningan ini baru selesai sampai tahap Patung Garuda dan Patung Wishnu (itupun dengan lengan yang belum utuh). Menurut keyakinan agama Hindu, Dewa Wisnu adalah dewa pelindung atau sumber kekuatan utama pemelihara alamsemesta. Wujud yang menyertainya adalah garuda, seekor burung raksasa yang jadi kendaraan Dewa Wisnu, sebagai perlambang kebebasan sekaligus pengabdian tanpa pamrih. Kawasan GWK dirancang sebagai tempat untuk pertunjukan seni. tiket masuknya dikenakan tarif 25k, hanya saja pada saat saya kesana moya teman saya ingin melihat tari kecak, namun tarian tersebut baru ada nanti sore sekitar pukul 5, sehingga kamipun putar arah untuk melanjutkan perjalanan ke pura uluwatu. saya hanya sempat mengabadikan gambar di pintu gerbang GWK dan taman depannya saja.

Perjalanan dilanjutkan ke Pura Uluwatu, kondisi jalan cenderung menanjak dan berkelok sepanjang perjalanan saya melihat kondisi alam yang menakjubkan. sesampainya di lokasi Pura Uluwatu suasananya begitu sunyi tidak terlalu ramai memang diparkiran karena saya kesana memang tidak pada saat waktu liburan. setelah memarkirkan motor saya beranjak pintu masuk, tampak didepan pintu loket tarif yang dikenakan cukup terjangkau 3k per orangnya, karena saya pada saat itu menggunakan celana pendek maka saya harus menggunakan kain untuk meutupi sebagian kaki saya, hal ini dimaksudkan untuk menghormati kawasan tempat peribadatan umat Hindu. setelah melewati pintu masuk jalanan tampak turun dan tebing tinggi dan lautan lepas menghampar luas, diiringi dengan deburan ombak dari bawah pantai.

Saya tidak henti-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan ini. Ada beberapa pura disini. Pura ini berdiri di ujung karang paling selatan pulau Bali. Pemandangannya Indah dengan samudra lautan dan sunset dari ujung tebingnya. Di Pura Uluwatu juga dilaksanakan tarian kecak setiap malam. Kombinasi sunset dan tarian kecak menjadi suguhan tontonan yang tak terlupakan. Tips dari saya Berhati-hatilah dengan barang bawaan seperti kacamata, tas dan lainya, karena binatang kera / monyet yang banyak terdapat di tempat ini dengan mencuri barang dari pengunjung untuk dijadikan Mainan dan juga harus berhati-hati karena Pura Uluwatu terletak di samping jurang yang sangat dalam.

Puas dengan pemandangan menakjubkan di Pura Uluwatu, saya melanjutkan ke pantai padang-padang. pantai padang-padang ini merupakan lokasi pengambilan gambar film Eat, Pray, Love yang diperankan oleh Julia Robert. untuk masuk ke area wisata ini kita cukup membayar parkir saja 2k. setelah melewati pintu masuk kondisi jalanan agak menurun, kita akan menuruni beberapa anak tangga yang membelah lorong karang yang sempit. setelah dimulut lorong gua tampaklah hamparan pasir putih dan tebing menjulang yang sangat indah.

Pantai Padang-Padang masih sangat alami. Karang menjulang dengan rimbun pohon di sekelilingnya memberikan kenyamanan bagi saya. Karang yang tinggi menjulang ini menjadi area yang nyaman bagi saya yang enggan menikmati sengatan panas matahari. Untuk menikmati minuman makanan, di salah satu sudut terdapat beberapa warung yang menyediakan beraneka minuman ringan. Warung beratap ilalang ini menyatu dengan alam sehingga muncul kesan alami dan seolah belum tersentuh pembangunan ala dunia pariwisata modern. Pantai Padang-Padang berlokasi di sepanjang garis pantai Jimbaran. Jarak tempuh sekitar 30 menit dari Kuta menuju arah Pura Uluwatu. Saya bersama teman-teman menyempatkan mandi di pantai padang-padang kondisi pantainya cukup bersih, pasir putih terhampar luas, dan kondisi pantainya sangat landai.

Sebenarnya saya masih ingin berlama-lama di pantai padang-padang, namun karena ngeburu waktu masih ada beberapa tempat lagi yang harus saya kunjungi, tujuan saya selanjutnya adalah ke Pantai Dreamland, sebelum kearea wisata ini saya menyempatkan makan disebuah warung nasi dipinggir jalan, ada tumis pakis. salah satu makanan kesukaan saya. saya makan cukup banyak hanya dikenakan 5k saja cukup murah untuk harag di lokasi pariwisata. sebenarnya Pantai Dreamland ini terlewati ketika menuju pura uluwatu dan pantai padang-padang. saya ingin tahu seindah apa pantai yang diberi nama Pantai Dreamland ini. Pantai Dreamland terletak di desa Pecatu, kabupaten Badung, beberapa kilometer sebelum Pura Uluwatu dari arah Denpasar. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dan celah batu karang yang berukuran besar tampak berdiri kokoh mengelilingi pantai ini. Hamparan pasir putih, ombak berbuih dan batu karang siap menyambut kedatangan saya. Sewaktu saya menuruni bebatuan dan anak tangga menuju pantai ini, saya terpukau dengan pemandangan tebing batu yang di atasnya terdapat padang rumput yang hijau yang cukup tinggi. Namun sayang pemandangan indah ini dirusak oleh kesadaran pengunjung wisatawan yang tidak displin membuang sampah sembarangan, banyak sampah berserakan, membuat pemandangan sedikit terganggu. Banyak wisatawan asing maupun lokal yang senang menikmati di daerah padang rumput itu. Laut di kawasan Dreamland juga memiliki ombak yang tinggi dan besar. Oleh karena itu, banyak peselancar senang berselancar di pantai ini.

Dreamland juga menjadi salah satu tempat tujuan wisata surfing di Bali. Terdapat pula menyewaan payung yang disediakan di sepanjang pantai ini untuk menghindari teriknya matahari. Selain itu juga tersedia beberapa toko yang menjual makanan dan minuman. Selain itu, di sini juga tersedia fasilitas MCK jika ingin berganti pakaian maupun mandi. Namun tarifnya cukup mahal meski hanya untuk sekadar buang air kecil. buang air kecil dikenakan tarif 3k sedangkan mandi 10k tarif yang mahal memang. Saya dan teman-teman mandi dipantai ini sampai dengan matahari terbenam, puas sekali menikmati ombak yang besar dan hamparan pasir dan tebing menjulang tinggi.

Matahari sudah terbenam, artinya sudah malam, perjalanan masih berlanjut ke Discovery Shopping Mall. Discovery Mall merupakan pusat perbelanjaan yang lokasinya menghadap ke pantai, sehingga keberadaannya juga dapat dimanfaatkan untuk menikmati sunset sore hari. Tempatnya sangat strategis, bahkan di belakang mall saya dapat lansung mengakses pantai Kuta dan menikmati panorama laut jika sore hari untuk melihat sunset. Letak dari pusat kota Denpasar hanya 15 menit saja. setelah puas berjalan-jalan perut mulai terasa lapar kembali, oleh teman saya direkomendasikan untuk makan Nasi Pedas Ibu Andika yang beralamat di Jl. Raya Tuban 118, Kuta, Bali. Mengapa Nasi Pedas? Rasa pedas itu, berasal dari sambal yang menyertai nasi yang disajikan. Sambal khas buatan Ibu Andhika memang memiliki aroma kuat dan teramat pedas. Begitu disatukann dengan nasi, jadilah Nasi Pedas. Sebenarnya menu Nasi Pedas sangat sederhana, yakni nasi yang disajikan dengan oseng sayuran, kulit ayam goreng pedas, tempe kering, dan sate ayam. pokoknya kalau kebali wajib makan ketempat ini sangat rekomendasi, pedasnya nendang banget. setelah puas makan, hari sudah larut, saya dan teman-teman kembali kerumah kang Hendra, istirahat dan memulai besok dengan perjalanan besar berikutnya.

Hari Ke dua, 6 Mei 2011

Perjalanan hari kedua saya ini adalah kedaerah Gianyar dan Ubud. kebetulan Moya salah satu teman saya ada pekerjaan sebagai pengisi acara di Gianyar. sebenarnya acara nya jam 3 sore sengaja dari rumah kang Hendra pagi-pagi, selain ingin mengetahui lokasi acara, juga tidak membuang waktu yang ada. perjalanan saya lanjutkan ke pasar Ubud. Ubud sangat terkenal dengan daerah seninya, karena merupakan tempat belajar menari, melukis, mematung kayu atau batu. Di lokasi ini banyak terdapat terdapat sanggar seni dimana wisatawan bisa ikut berlatih seperti memainkan instrumen khas Bali dan menari Bali. Ubud dengan pasar tradisionalnya menawarkan hasil kerajinan seni masyarakatnya. Ubud merupakan salah satu objek wisata di Bali. Lingkungan pedesaanya masih asri.

Tips dari saya jika ingin berbelanja di pasar Ubud harus jago Menawar karena penjual biasanya mematok harga yang relatif tinggi. sebagai contoh saya menanyakan harga sendal, pedagang mematok harga 180k, wow harga yang sangat mahal. Artinya kita harus pintar-pintar menawar dipasar ini. jika kita jago menawar, kita akan mendapatkan setengah dari harga yang ditawarkan oleh pedagang

Puas dengan jalan jalan di pasar Ubud perjalanan dilanjutkan ke Monkey Forest, Terletak diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali. Namun saya tidak masuk ketempat wisata ini karena teman-teman sudah terserang kantuk, sebagai informasi tambahan harga tiket masuk nya 20k. Dari pintu masuk tampak banyak penjual pisang untuk para wisatawan yang akan memberi makanan. Satu hal penting yaitu tidak mengganggu habitat monyet dan harus menyadarinya sebagai tamu di sana. Harus tetap berjalan di jalan pada jarak yang aman, monyet monyet akan menjadi sangat agresif apabila kita memasuki dan mengganggu wilayah mereka.Setelah Puas berfoto dihalaman depan Monkey Forest saya dan Dirga melanjutkan perjalanan pulang ke Gianyar untuk drop Moya, dan kembali ke rumah kang hendra di Ketewel. saya langsung rebahan dan tidur rasa lelah dan ngantuk memang tidak bisa ditunda lagi. Sorenya sekitar jam 5 waktu setempat saya dan Dirga rencana membeli oleh-oleh khas Bali ada berbagai macam pusat oleh-oleh diantaranya Krisna dan Erlangga, saya direkomendasikan beli oleh-oleh ke Erlangga 2. Toko Suvenir Erlangga Bali memiliki dua gerai dan keduanya bertempat di kota Denpasar yang toko Besar tepatmya Erlangga 2 di Jalan Nusa KambanganNo. 157, Denpasar . Erlangga 1 agak kecil lokasinya di Jl Nusa Kambangan No. 28. Menjual berbagai aksesoris, baju batik, sarung pantai, aneka kerajinan patung dan ukir. Tas dan dompet berbagai model dan bahan ada di lantai dua, juga sandal etnik, topi rajut dan celana pantai. Bangunannya cukup luas dan nyaman , sehinga kenyamanan berbelanja bisa terjamin. Kita tidak bisa melakukan penawaran harga disini seperti halnya di Pasar Seni Sukowati atau Pasar Seni Ubud, tetapi harga yang ditawarkan memang lebih terjangkau. pokoknya rekomendasi beli oleh-oleh ditempat ini. perjalanan hari ini berakhir di Pusat Belanja Erlangga.

Hari ke Tiga, 7 Mei 2011

Hari ketiga saya dipulau dewata ini diawali dengan melihat matahari terbit di pantai sanur, walaupun sudah terlambat datang melihat moment tersebut, kebetulan pada saat saya kepantai tersebut cuacanya kurang baik, jadi mataharinya terhalang oleh awan. Obyek wisata ini terletak di Timur kota Denpasar. Di pantai Sanur dapat dinikmati pantai yang pasirnya hitam dan putih. Di pantai Sanur bisa dilakukan aktivitas watersport bagi penggemar olahraga air. untuk masuk kesini saya tidak dikenakan tarif heemm..lumayan lah.

Tips dari saya Pantai Sanur ini relatif tenang nyaris tidak ada ombak, namun ketika saya masuk ke pantainya cukup berarus dibawah nya, sehingga sering disebut sebagai tempat wisatawan yang sudah berumur 50 tahun ke atas. Untuk yang mencari ketenangan, keindahan alam dan budaya sambil sayup-sayup mendengan musik tradisional Bali, di sinilah tempatnya.

Perjalanan selanjutnya adalah Ke Tanah Lot, menurut informasi yang saya dapatkan perjalanan dari Sanur dapat ditempuh selama 30 menitan. Pura Tanah Lot merupakan pura paling terkenal di Bali dan sepertinya sudah menjadi ikon pulau Bali. Keunikan pura ini adalah letaknya yang ditengah laut, sehingga apabila laut sedang pasang kita tidak akan bisa mendekat, tetapi apabila air laut sedang surut kita bisa menyebrang dan melihat salah satu keunikanya yaitu pura ini dijaga oleh 2 ular berwarna hitam dan putih. Terdapat dua pura yang terletak diatas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Tujuan saya berikutnya adalah Pantai kuta, pantai yang paling terkenal di pulau Bali. Pantai Kuta memiliki ombak yang sangat disukai oleh para surfer karena ombaknya yang besar. Kuta tidak pernah sepi pada malam harinya, live music, karaoke, toko dan artshop berderet disepanjang jalan di Kuta, kebanyakan menjual pernak-pernik surfing ataupun barang-barang kerajinan. Hotel berbintang juga ada disini, yang paling terkenal Hard Rock Beach Club saya sempat mengabadikan gambar di tempat tersebut. Pantai kuta adalah pantainya anak muda, kehidupan berjalan 24 jam di tempat ini. Tepat di samping jalan Kuta terdapat jalan Legian, di sini banyak terdapat toko-toko pakaian, diskotik dan rumah makan, suasananya sangat ramai & meriah. Bagi yang senang berbelanja tepat di ujung jalan kuta terdapat tempat perbelanjaan Kuta Square dan Discovery Shopping mall. Kali ini saya sengaja tidak berenang dipantai, sengaja ingin menikmati sore saya terakahir dipulau dewata ini. Suasana pada saat itu cukup ramai, ada beberapa rombongan bis anak sekolahan datang.

Tidak lama satelah saya duduk dipasir pantai sayup-sayup saya mendengar alunan gamelan bali lengkap dengan iring-iringan penduduk asli Bali menggunakan baju adatnya yang mayoritas menggunakan baju berwarna putih ada yang membawa payung, sesajen dan alat musik gamelan khas Bali. Untuk wanita menggunakan kebaya putih untuk pria menggunakan udeng di kepalanya. Iring-iringan ini menjadi pusat perhatian wisatawan sekitar pantai Kuta. Saya tidak mengetahui acara  apa itu sebenaranya. mereka duduk disuatu tempat dan menghadap kepantai.

Tidak lama setelah itu saya tergoda ingin menggunakan pakaian adat khas bali, kebetulan saya sengaja membeli udeng dan teman saya Moya membeli kain/ sarung kotak-kotak khas Bali saya menggunakan seadanya yang penting nuansa Bali nya ada. Perjalanan dilanjutkan ke kawasan Seminyak dimana banyak sekali tempat hiburan bar, restoran dan juga tempat dugem. saya menghabiskan waktu di tempat tersebut sampai pukul 03:30 waktu setempat. hhemm waktu begitu cepat sekali berlalu. Siangnya saya harus kembali kebandung. Unforgettable Traveling🙂

About rickyrianto

i'm a family guy and family always comes first
Gallery | This entry was posted in Ricky Journey. Bookmark the permalink.

One Response to Bali 2011

  1. yudha says:

    ada yg spesial dari kebaya wanita bali, mereka biasanya menghiasi kebayanya dengan obi yang terbuat dari sehelai kain..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s